joomla templates

Kata Foto - Bayu Sahaja

A+ R A-

Bisnis

Email Cetak

Kata para berpengalaman semua bisnis itu bagus. Bisnis yang bagus adalah jenis usaha yang sudah memulai membuka usahanya. Soal membuka sebuah usaha bisnis adalah masalah mudah. Namun kesulitannya adalah mempertahankannya untuk tetap buka.

Banyak panduan yang menyarankan untuk tidak terlalu lama berpikir ketika berencana membuka sebuah usaha. Pikiran manusia itu rumit tapi canggihnya luar biasa. Menyadari bahwa kita manusia dianugerahi otak sedemikian canggihnya, maka banyak yang menyarankan untuk menempatkan waktu untuk berpikir justru setelah kita membuka usahanya. Buka dulu! Setelah itu baru berpikir. Ini memang logika terbalik yang sangat menarik.

Ada pakar yang mencontohkan bagaimana kita punya kemampuan dahsyat yang tidak terbayangkan ketika berlari dikejar anjing galak. Bahwa kita baru menyadari arti nikmatnya sebungkus teh setelah merendamnya dengan air panas.

Kesulitan banyak membawa pelajaran. Tinggal kita mencatat dan mencarikan solusi dari persoalan yang kita hadapi dilapangan ketika sebuah usaha sudah terbuka. Disana biasanya akan ada keluhan pelanggan ataupun sesuatu hasil pandangan sendiri. Bahwa ini salah dan lebih baiknya begitu. Ataupun tindakan yang berkaitan dengan perubahan tata letak ataupun sikap prilaku kita dalam menghadapi pelanggan.

Sedikit nekat yang terukur terencana dibutuhkan. Tidak perlu dibungkus dengan kuatir atau ketakutan. Dalam proses belajar pasti akan banyak menemukan kesalahan. Dianjurkan untuk tidak membalut diri dengan rasa bersalah.

Sebab kita telah sepakat, bahwa pikiran kita itu rumit. Sehingga rasa bersalah akan terus terakumulasi di benak. Merasa bersalah karena merasa bersalah merupakan akibat lanjutan yang terus-menerus berkejaran tiada henti. Otak kita memang rumit!

Pada suatu meeting rencana kerja yang pernah saya ikuti. Kebanyakan orang yang merasa diri pintar, justru berkutat pada hal-hal yang tidak bisa mereka lakukan. Keterbatasan dan ketiadaan sarana serta prasarana dikedepankan. Dijadikan alasan pembenaran untuk tidak bisanya mereka melangkah maju.

Pada pembenaran ini saya teringat sebuah teori yang menyatakan bahwa manusia itu pada dasarnya pemalas. Jadi rajin dan mau maju kalau dicambuk. Kalau pembaca merasa kata dicambuk itu kejam. Saya sarankan dan persilahkan gunakan kata lainnya. Gantikan kata dicambuk itu dengan kata digantung atau disiram air panas juga boleh. Supaya kalimatnya jadi lebih nyaman di hati.

Orasi tentang bagaimana tidak bisa maju, karna serba terbatas, dikemas dengan cara cerdas. Hasilnya meeting tersebut sibuk dan lama berkutat hanya pada hal-hal yang tidak bisa dilakukan. Padahal sepertinya banyak sekali peluang kesempatan yang seharusnya bisa dilakukan.

Entah mengapa mereka justru mengurung dan membalut diri dengan perban yang menjamin ketidakmungkinan untuk melakukan sesuatu. Ketika meeting akhirnya usai saya kehausan. Selama itu kami meeting tidak sedikitpun dibahas mengenai apa-apa yang seharusnya bisa dilakukan pada kondisi penuh keterbatasan.

Seharusnya banyak hal yang bisa dilakukan. Seperti ungkapan, dari pada mengutuk dan mencaci maki kegelapan, lebih baiknya kita menyalakan lilin. Karna kita punya otak rumit yang canggih. Sekali kita arahkan pada semangat berpikir tentang ketidakmungkinan. Maka otak canggih kita serta merta akan secara sistematis memenuhi pikiran kita dengan alasan-alasan ketidak mungkinan tersebut.

Begitu sebaliknya. Ketika kita mengarahkan pikiran kita untuk bisa melakukan sesuatu. Maka secara sistematis pula otak kita akan mencari alasan dan memenuhi rongga pikiran kita dengan berbagai kemungkinan untuk menjadi bisa. Saya mengutip slogan Bisa Group yang mengagumkan dalam soal ini. Bisa itu pilihan!

Terlalu lama dan terlambat saya menterjemahkan nasehat orang tua kala saya mulai belajar usaha. Ada dua pesan yang selalu terngiang di telinga namun luput mencernanya. Pesan pertama,  jangan pergi dan pulang kerja terkena sinar matahari.  Pesan kedua, jangan pernah menagih hutangmu. Kalau saja nasehat itu disampaikan cukup gamblang.

Sehingga saya yang tidak pintar ini dapat segera mengartikan tanpa perlu main tebak-tebakan layaknya mengisi teka-teki silang. Mungkin saya punya kesempatan terbebas dari lilitan hambatan yang kini menghadang. Harusnya pesan pertama saya terjemahkan sebagai sebuah nasehat dan dorongan agar saya rajin.

Tidak pergi dan pulang kerja dengan terpapar sinar matahari, adalah wujud semangat kerja keras. Berangkat kerja sebelum matahari terbit dan pulanglah setelah matahari terbenam, sehingga tidak terpapar matahari.

Waktu yang demikian lama dalam mengungkap arti dari pesan tersebut membuat saya menangis bangga ketika berhasil mengungkap tabir pesan itu. Pesan kedua. Jujur saya marah ketika mendengarnya pertama kalinya. Bagaimana mungkin saya dilarang menagih hutang. Ini adalah situasi bisnis yang mengharuskan saya menagih hutang supaya roda usaha ini bisa berputar.

Asal tahu saja. Saat itu usaha saya nyaris porak poranda diterjang badai hutang yang tidak kunjung dibayar. Adalah kenyataan sesuai pengalaman saya, bahwa orang punya seribu satu alasan untuk menghindari bayar hutang. Manusia bahkan merasa tidak lagi butuh ilmu kebal. Bagi para penghobi hutang, lebih penting muka tebal untuk bisa terus bergaya dengan ditopang hutang.

Beruntung, akhirnya saya mampu juga menterjemahkan pesan orang tua yang kedua. Bahwa saya tidak akan menagih hutang-hutang lagi kedepannya. Lantaran saya bertekad tidak akan memberikan hutang pada siapapun. Jungkir balik saya coba mencari makna dari untaian  kata-kata Marah Rusli (1889-1968) yang Sastrawan itu, “kalau engkau meminjam uang satu sen dari temanmu, usahakanlah agar engkau mengembalikan uang sen yang itu juga kepadanya.”

“Saat memulai bisnis, kita akan mendapatkan tiga bayaran. Yaitu uang, pengalaman dan keringat. Pastikan bahwa anda memilih pengalaman sebagai yang utama. Uang akan menjadi konsekuensi logis dari berbisnis dan keringat sebagai bonus yang wajib selalu dikejar sebagai target usaha.” Begitu teman saya menasehati dengan baju basah bermandikan keringat.

Hari itu kami berburu foto serangga. Semak belukar bukan halangan. Teman saya ini sangat berani menghadapi reptil-reptil, seperti ular atau biawak yang kerap secara tidak sengaja kami temui. Tapi jangan sampai dia ketemu ulat. Karna bisa langsung loncat histeris ketakutan jika lihat makhluk imut itu menggeliat. Saya selalu mengingatkannya untuk terus belajar memberanikan diri lihat ulat, jika tega menikmati keindahan kupu-kupu.

Sebab teman saya ini mengoleksi begitu banyak foto indah berobyek kupu-kupu. Dihampir tiap dinding rumahnya terpajang pada bingkai, beragam foto serangga tak luput kupu-kupu. Sejak saya mengubah cara penampilan saya. Seperti kini tampak, saya membiasakan diri pakai kemeja, dasi serta tidak lupa kacamata.

Ini langkah awal merubah penampilan. Bukankah kita dapat dinilai dari apa yang kita kenakan. Berhasil merubah penampilan. Tak ayal, segera saya dapat banyak tawaran bisnis. Untuk bekerjasama dan berinvestasi pada beragam usaha yang ditawarkan. Ini beda-beda orang.

Bersemangat investasi sekaligus membantu yang awalnya saya pikir adalah tindakan mulia. Ternyata jadi perangkap yang menjerat saya pada situasi kewajiban. Sebab sejumlah uang yang saya investasikan berujung hilang. Arahan damai demi penggantian modal saya adalah berupa kewajiban.

Bagaimana bisa menyebutnya bukan kewajiban, ketika sebuah ruko yang ditawarkan sebagai pengganti uang investasi saya tersebut, masih terikat kewajiban bayar kredit yang masih bertahun lagi lunasnya. Jika saya menerima pergantian begitu, artinya saya harus siap dengan kewajiban bayar cicilan lumayan besar tiap bulannya.

Apalagi pasaran harga sewa ruko di daerah itu, jauh di bawah biaya yang harus disetor ke bank sebagai cicilan kredit tiap bulannya.

Terpelanting, menangis sambil tertawa. Bagaimana saya dapat dua hal dari bisnis ini. Hanya pengalaman dan keringat saja. Sedang janji uang hasil investasi yang diimpikan justru luput.

Saya tetap bersyukur dan menikmati sebisanya sambil terus melangkah maju. Meskipun pengalaman dan bekal keringat dingin yang saya dapat dari kasus itu, baunya asam kecut sengak tiada tara.   

 

Bayu Sahaja

Share ke teman anda

Comments

0 Bayu Sahaja 2012-07-15 14:37 #8
Quoting Erwin Syahril:
Pengalaman pahit pak, tapi hebatnya tetap bersyukur dan menikmati sebisanya dengan terus melangkah maju pantang mundur.Pengalaman berharga ini akan menjadi motivasi hidup agar tetap selalu berjuang hidup.


Siap Master Erwin!!! ........... Maju tak gentar membela yang bayar. :D :P
0 Erwin Syahril 2012-07-15 14:29 #7
Pengalaman pahit pak, tapi hebatnya tetap bersyukur dan menikmati sebisanya dengan terus melangkah maju pantang mundur.Pengalaman berharga ini akan menjadi motivasi hidup agar tetap selalu berjuang hidup.
0 Bayu Sahaja 2012-07-04 13:44 #6
Terimakasih kunjungannya Bang Irwan! :-)
0 Irwan Batamasya 2012-07-02 17:17 #5
Kutipan dari Ajo Marah Rusli “kalau engkau meminjam uang satu sen dari temanmu, usahakanlah agar engkau mengembalikan uang sen yang itu juga kepadanya.” satire sederhana bermakna hiperbolic, sungguh luar biasa pembedahan "realita" tataniaga sosial masyarakat permisif yang secara tajam digambarkan oleh tulisan kali ini, pilihan terbentang untuk tidak memberi (firm) tapi hati susah ditawar nak berbagi ( permissive)....diujungnya selalu masalah dan mengalah..peluh berikutnya menanti..BRAVO MAS
0 Bayu Sahaja 2012-07-02 05:19 #4
Quoting AANK:
bisnis paling utama adalah kesiapan


Mari kita siap-siap. Terimakasih kunjungannya.
0 Bayu Sahaja 2012-07-02 05:18 #3
Quoting andreas:
"Pesan pertama, jangan pergi dan pulang kerja terkena sinar matahari. Pesan kedua, jangan pernah menagih hutangmu.:
Pencerahan yang luar biasa indah dan memotivasi agar org jangan malass... saya hanya dg mudahnya mendapatkan ke-2 diatas tabir ini dalam hitungan menit...sekali lagi,,salute


Terimakasih kunjungannya Andreas.
0 AANK 2012-06-30 18:12 #2
bisnis paling utama adalah kesiapan
0 andreas 2012-06-30 11:18 #1
"Pesan pertama, jangan pergi dan pulang kerja terkena sinar matahari. Pesan kedua, jangan pernah menagih hutangmu.:
Pencerahan yang luar biasa indah dan memotivasi agar org jangan malass... saya hanya dg mudahnya mendapatkan ke-2 diatas tabir ini dalam hitungan menit...sekali lagi,,salute

 

 

 

 

 

 

 

Komentar terbaru

  • WAW!!! ....... Terimakasih kunjungannya Om Agolo!...
    By Bayu Sahaja
  • "Namun kesadaran masing-masing individu untuk sela...
    By agolo
  • Siap Ketua. Kalau sudah pakai ilustrasi lagu begi...
    By Bayu Sahaja