joomla templates

Kata Foto - Bayu Sahaja

A+ R A-

Status

Email Cetak

Paling banyak status hari ini adalah ucapan selamat tahun baru. Doa dan harapan betebaran melalui status Blackberry, Twiter, facebook dan jejaring sosial lainnya.

Banyak status yang menarik. Mengemas kalimat-kalimat inspirasi dengan cara sederhana. Singkat namun lugas. Menginspirasi semangat dan kegembiraan. Terkadang ada yang demikian pintarnya. Sehingga kalimat ucapannya demikian lucu namun begitu mengena.

Para pembacanya bisa santai tertawa tapi segera mendapat satu pelajaran yang mungkin baru dan berharga.

Ada pula yang ringan namun kontroversial. “Bagimu tahun barumu. Bagiku tahun baruku”. Demikian terbaca jelas status seorang teman. Padahal saat itu adalah malam tahun baru bagi kebanyakan orang. Dengan meriah pesta kembang api dan suara terompet menghiasi pergantian tahun baru itu.

Adalah benar, bahwa di dunia kita mengenal banyak penanggalan. Sehingga penetapan kapan tahun barunya memang berbeda-beda. Namun mengungkapkan pendapat tersebut pada status, yang pastinya dibaca banyak orang adalah pilihan kurang bijaksana. Bukankah toleransi berdasar empaty adalah salah satu cara untuk bahagia.

Membaca situs, http://wisbenbae.blogspot.com/2011/12/macam-macam-kalender-di-berbagai.html, diungkapkan ada sekitar 10 perhitungan kalender atau penanggalan yang dikenal oleh peradaban manusia. Kalender Kibti/Qibti, Kalender Jepang ,  Kalender Maya, Kalender Julian,  Kalender Gregorius, Kalender Hijriyah, Kalender Jawa, Kalender Saka, Kalender Yahudi dan Imlek.

Tentu saja masing-masing kalender atau penanggalan ini punya dasar rumus perhitungannya sendiri. Sehingga penetapan jumlah hari dalam satu tahunnya tentu saja berbeda-beda. Di sana juga banyak terdapat begitu banyak perbedaan lainnya. Seperti penetapan hari raya dan kapan tahun barunya.

“Buat saya yang paling ideal adalah penanggalan di Indonesia. Enak, banyak tanggal merahnya. Kalaupun hari raya jatuh pada hari Minggu, maka dengan bijaksana pemerintah menetapkan hari Seninnya sebagai hari libur juga. Disebut dan dikenal sebagai cuti bersama.” Ujar teman saya girang.

Memang pemerintah kita paling pengertian kalau urusan libur. Mungkin lantaran disaat hari raya para pekerja kantoran, baik pemerintah atau swasta memanfaatkan waktu itu buat berlibur dan enak-enakan. Sehingga satu hari tentu saja tidak cukup.

Apalagi pemerintah paham kalau yang namanya macet ada dimana-mana. Juga dianggap tidak efektif jika hari raya jatuh pada hari Minggu, lalu hari Seninnya masuk kerja. Percuma! Sebab hari Senin itu akan banyak pekerja yang datang telat, dan kalaupun bisa datang lebih awal akan habiskan waktu buat bersalam-salaman.

Bukankah keramahtamahan adalah budaya kita. Dalam soal itu pemerintah jeli dan harus dipuji. Bahkan mungkin saja keputusan tersebut didasari study banding keluar negeri dan uji kelayakan yang komprehensif. Halah…

Di jaman dulu kita mengenal pameo, ‘mulutmu harimaumu.’ Namun jaman sekarang sangat berbeda. Dengan berubahnya pola komunikasi di masyarakat akibat maraknya jejaring sosial serta gadged ketersambungan, dikenal istilah baru, “statusmu harimaumu.”  Sebab kini, di jaman gombalisasi ini sepertinya semakin susah saja kita membicarakan orang lain di belakangnya.

Dahulu kita bisa mencurahkan isi hati, kutukan dan makian pada buku harian. Pembacanya adalah kita sendiri yang kelak baca lagi demi instropeksi. Namun kini, begitu banyak media untuk mencurahkan kata hati. Sialnya semua jejaring sosial yang kita maksud, semakin terbukti sangat anti sosial.

Betapa status yang kita tuliskan akan dibaca begitu banyak orang dari pelbagai lapisan. Kita tidak mungkin membatasi status yang kita tuliskan untuk tidak dibaca oleh orang yang sedang sakit gigi ataupun patah hati.  Sebab bagi orang yang sedang sakit gigi atau patah hati, semua yang benar mungkin saja jadi salah. Begitu juga sebaliknya.

Saya tidak bisa membatasi status yang saya tuliskan hanya boleh dibaca oleh orang-orang bodoh tapi mudah tersinggung seperti saya. Seperti yang semua tahu, saya paling hobby buat status perih menyakitkan. Pada kenyataannya setelah berulangkali saya renungkan, kebanyakan saya menyesali dan jadi malu sendiri. Karna ternyata status yang saya tuliskan itu berspektrum luas.

Seperti suatu hari saya tulis status begini, ‘Maju Tak Gentar Membela yang Bayar.” Tiba-tiba siang hari dapat undangan makan siang di rumah makan kesukaan. Teman baik itu undang makan begitu saja. Siapa pula sanggup menolaknya.

Selesai bayar dikasir teman itu bilang. “Selesai makan kita ketemu si anu, lalu kamu gampar dia ya!” katanya memberi instruksi. Saya senyum saja. Pura-pura, lupa-lupa ingat akan status yang saya tuliskan hari itu.  “Kita bisa dibaca dari apa yang kita tuliskan.” Begitu seorang teman mengingatkan.

Tidak seperti halnya perang konvensional yang dilakukan secara fisik. Kini yang popular adalah perang status. Perang ini tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu. Dari kamar mandi kita bisa melontarkan kalimat-kalimat provokatif yang menyakitkan. Sambil ngopi bisa saja kita lontarkan ide gila untuk demi saling menyakiti.

Tengah malam menjelang pagi sangat bisa kita menuliskan status yang membuat resah dan gelisah banyak orang. Bahkan mengingat dewan pembaca status demikian luas. Maka akan sangat mungkin status yang kita torehkan itu diartikan berbeda-beda pula oleh masing-masing pembaca. Banyaknya korban pembaca status kita biasanya tergantung dari profesi kita sehari-hari.

Jika kita pedagang produk, jasa ataupun publik figur, maka biasanya akan banyak rekanan yang add. Semakin banyak, maka akan semakin luaslah orang-orang yang bisa membaca kita.

Soal apakah kemudian tulisan status itu mempengaruhi cara pandang orang-orang terhadap kita, itu perlu dianalisa lagi. Masalah status yang kita torehkan itu mempengaruhi daya jual produk atau jasa kita, itu juga perlu diteliti lebih lanjut. Yang pasti sidang pembaca tulisan status, bisa menilai seperti apa orang yang menuliskan kalimat-kalimat tertentu.

Tulisan yang selalu dengan susah payah saya tampilkan untuk Kata Foto  ini hampir saja selesai. Blackberry saya memberi tanda adanya pesan baru. “Selamat tahun baru. Semoga sehat dan sukses selalu.” Sekilas, begitu sebuah status  baru seorang teman terbaca. Tanpa pikir panjang, dengan segera dan tergesa-gesa, saya tuliskan status juga demi membalas status yang belum tentu ditujukan kepada saya itu, “memangnya saya salah apa!?”  



Bayu Sahaja




Share ke teman anda

Comments

0 Bayu Sahaja 2012-01-11 12:25 #9
Quoting andreas:
:D :lol: jadi mending status ditiadakan saja ya pak Bayu...hehehe

jadi ingat suatu tulisan"..hendaklah saya dan anda ini menjadi suratan terbuka..
artinya dapat dilihat, dibaca dan lalu di contohkan dan dipraktekan dalam hidupnya

status ok2 saja, asalkan sesuatu ringan tetapi berat.. :-|
atau memancarkan ttg keindahan..luar biasa ulasan pak Bayu,

teruslah menulis, karena menulis adalah kekal adanya

salam dari komplek sebelah


Siap Ketua. Ringan belum tentu berat. :D Terimakasih kunjungannya.
0 andreas 2012-01-11 10:24 #8
:D :lol: jadi mending status ditiadakan saja ya pak Bayu...hehehe

jadi ingat suatu tulisan"..hendaklah saya dan anda ini menjadi suratan terbuka..
artinya dapat dilihat, dibaca dan lalu di contohkan dan dipraktekan dalam hidupnya

status ok2 saja, asalkan sesuatu ringan tetapi berat.. :-|
atau memancarkan ttg keindahan..luar biasa ulasan pak Bayu,

teruslah menulis, karena menulis adalah kekal adanya

salam dari komplek sebelah
0 Bayu Sahaja 2012-01-06 07:48 #7
Quoting Uda Dennie:
Ketawa dan senyum-senyum sendiri saya bacanya :-)


Hey... Jangan cuma ketawa dan senyum2 sendiri. Mari kita buat lomba. Temanya, "Status Paling Menyakitkan". :D
0 Uda Dennie 2012-01-06 07:31 #6
Ketawa dan senyum-senyum sendiri saya bacanya :-)
0 Bayu Sahaja 2012-01-02 03:36 #5
Quoting Andre Betterman:
:-* Tulisannya sungguh mewakili rasa berfesbukan saya nih Om... Inspiratif sekali.
Selamat Tahun Baru ya Masbay... :-)


Wkwkwkwkwk... Terimakasih kunjungannya Andre...
0 Bayu Sahaja 2012-01-02 03:35 #4
Quoting Andiyan Lutfi:
Lugas dan enak dibaca.... :)))


Terimakasih Mas Andiyan. Foto2 makronya selalu dan selalu menginspirasi saya.
0 Andre Betterman 2012-01-01 16:28 #3
:-* Tulisannya sungguh mewakili rasa berfesbukan saya nih Om... Inspiratif sekali.
Selamat Tahun Baru ya Masbay... :-)
0 Andre Betterman 2012-01-01 16:26 #2
:-* Tulisannya sungguh mewakili rasa berfesbukan saya nih Om.. Inspiratif sekali.
Selamat tahun baru ya Masbay.. :lol:
0 Andiyan Lutfi 2012-01-01 14:53 #1
Lugas dan enak dibaca.... :)))

 

 

 

 

 

 

 

Komentar terbaru

  • WAW!!! ....... Terimakasih kunjungannya Om Agolo!...
    By Bayu Sahaja
  • "Namun kesadaran masing-masing individu untuk sela...
    By agolo
  • Siap Ketua. Kalau sudah pakai ilustrasi lagu begi...
    By Bayu Sahaja