joomla templates

Kata Foto - Bayu Sahaja

A+ R A-

Kawin

Email Cetak

Dalam fotografi makro, moment serangga kawin adalah moment idaman. Polah tingkah serangga saat melangsungkan ritual demi keberlanjutan kaumnya sangatlah menarik. Dengan sudut bidik tepat, pemanfaatan cahaya serta ruang tajam yang cermat akan menghasilkan karya foto indah dan punya daya kejut menarik minat pemirsa.

Sejatinya dalam kehidupan serangga tidak ada kamus bercinta. Semua terlaksana lantaran naluri. Alam memerintahkan kepada mereka untuk kawin. Dorongan proses kimiawi tertentu pada tubuh dan otak, membuat serangga punya dorongan untuk kawin dan berkembang biak.

Sulit bagi kita manusia memahami prilaku beberapa jenis serangga yang memangsa pasangannya setelah bercinta. Laba-laba jenis Black Widow melakukan ritual memangsa pasangannya dengan sebelumnya membungkus si jantan dengan jalinan suteranya.

Praying Mantises atau kita mengenalnya sebagai belalang sembah juga memangsa pasangannya setelah kawin atau saat perkawinan masih berlangsung. Namun tetap saja dorongan naluri kawin tidak mampu mengalahkan rasa takut dimangsa. Padahal mungkin saja si jantan sadar bahwa ujung dari daya tarik kawin adalah kematiannya. Ketertarikan mematikan yang sama dengan bagaimana laron tertarik mendekat pada nyala api.

Ada pula serangga langka yang hanya akan muncul beberapa hari di bulan Juni setiap tahunnya (bahkan tidak setiap tahun ada).  Serangga tersebut tidak mempunyai mulut. Sungguh terlahir ke bumi hanya untuk kawin. Tisa River atau Sungai Tisa, di sanalah serangga tersebut muncul dalam jumlah yang sangat besar.

Ritual serangga tersebut kawin telah menjadi tontonan langka terkenal dengan “wedding dance” di atas Sungai Tisa. Serangga langka ini disebut, Palingenia Longicauda atau dikenal juga dengan nama Tisa’s Flower. Setelah melakukan ritual kawin serangga tersebut akan mati. Proses hidupnya kurang lebih 3 jam.

Bagi manusia masa kini. Moment kawin sudah bukan sekedar sebagai ritual untuk bereproduksi. Kawin bukan satu-satunya alasan untuk manusia berkembang biak. “Enak aja bilang manusia berkembang biak! Manusia itu beranak-pinak.” Samber teman saya sambil mencibir. Manusia kini menjadikan moment kawin juga sebagai bagian dari rekreasi. bukan hanya sekedar untuk bikin anak. Kawin bisa merupakan hiburan yang meyenangkan.

Dahulu kawin itu sesuatu yang sakral. Hingga kini banyak yang masih menjadikannya begitu. Demikian sakralnya hingga begitu banyak orang yang terobsesi untuk hanya kawin satu kali. Mungkin lebih tepat dikatakan nikah satu kali ketimbang kawin cuma sekali. “Gak kuat kali!” Kata teman saya tertawa. “Harus dibedakan antara nikah dan kawin. Sebab nikah itu berkaitan surat. Sedangkan kawin adalah soal urat.” Sambungnya lagi   “Suksesi,” teman satunya nyeletuk. “Sukses dengan satu istri.” Lanjutnya semangat.

Kita juga mengenal istilah MBA. Married by accident adalah gelar yang cuma-cuma diberikan pada orang yang menikah lantaran kecelakaan. Kecelakaan dimaksud biasanya karena hamil duluan sebelum nikah. Jadi sebelum perut membesar dan demi menyelamatkan nama keluarga, pernikahan dilangsungkan. Serba cepat. Serba kilat. Namanya juga kecelakaan. Kita menyayangkan ketika kehamilan ataupun tanggung jawab baru berupa lahirnya anak, hanya merupakan konsekuensi logis dari kenikmatan seksual. "Kamu itu jenis orang yang mau enaknya tapi gak mau anaknya!" Cibir teman seman saya ketus.

Dibanyak negara masih banyak perkawinan yang kontroversial. Dari soal perbedaan usia mencolok antara pasangan. Hingga jumlah istri yang melimpah banyaknya. Perbedaan usia biasanya didominasi oleh pernikahan dimana pria lebih tua dari wanitanya. Pria tua menjadi menarik di mata wanita muda disebabkan berbagai hal. Utamanya adalah kemapanan ekonomi. Kebijaksanaan kerap menjadi alasan dipilihnya pria tua.

Rasa kasihan juga masuk kategori dimana wanita muda mau menikah dengan pria berumur. Walau jarang. Namun ada juga pernikahan yang dilakukan oleh pria muda dengan wanita yang jauh lebih tua. Dalam satu kasus bahkan usia mempelai wanitanya 10 tahun lebih tua dari ibu sang pria. Perbedaan seperti ini tentu saja punya romantikanya sendiri. Terpenting keputusan untuk menikah dengan perbedaan usia yang terpaut jauh didasari oleh pemikiran yang dewasa.

Di negara-negara Teluk yang melimpah akan minyak. Dimana perekonomian memungkinkan orang menjadi kaya raya, kerap terjadi pernikahan dengan tautan usia mempelai wanita jauh lebih muda. Di negara Mesir, jika perbedaan usia lebih dari 25 tahun. Maka Departemen Kehakiman disana memberikan kebijaksanaan. Namun syaratnya, mempelai tersebut wajib menyimpan dana dalam jumlah besar, yang tidak disebutkan batasannya dalam berita tersebut, atas nama istrinya di bank Mesir. Mungkin semua bisa mengira-ngira mengapa pemerintah Mesir menerapkan aturan demikian.

Yang paling bikin terbelalak adalah, seorang lelaki bernama Ziona Chana, kepala keluarga dengan jumlah anggota terbanyak di dunia. Pria asal India ini memiliki 39 istri, 94 anak, 14 menantu perempuan dan 33 cucu. Tidak terbayangkan bagaimana mengatur kehidupan berkeluarga dengan jumlah sebanyak ini.

Di dunia. Khususnya di negara-negara berkembang. Dengan berbagai alasan pembenaran, pernikahan diusia muda banyak dilakukan. Pengantin-pengantin yang relatif muda memutuskan menikah di usia yang relatif belia. Adakalanya setelah menikah masih harus melanjutkan sekolah atau kuliah.

Semangat ini didasari semangat religius yang berbenturan dengan era modernisasi dan globalisasi. Pernikahan dianggap jalan keluar supaya pada akhirnya tidak melanggar hukum-hukum agama dan aturan sosial. Ketakutan para orang tua pada seks bebas mendesak putra-putrinya melakukan pernikahan dini.

Padahal menikah pada usia terlalu muda terbukti banyak menimbulkan masalah. Reproduksi yang terlalu belia kerap mengakibatkan kematian pada proses hamil dan persalinan. Belum lagi faktor psikologis yang tentu saja berakibat luas. Utamanya adalah pada tidak langgengnya pernikahan. Keputusan kawin diusia muda sering dirasa sebagai solusi. Padahal penyelesaian itu seringkali justru menimbulkan masalah baru yang lebih besar dan rumit kedepannya.

Kita miris menyaksikan remaja-remaja usia produktif yang menjadi tidak produktif akibat terhambat kehamilan dan munculnya tuntutan anak. Mungkin saja dengan nekad ada yang masih berpedoman banyak anak banyak rejeki. Keputusan ingin punya anak banyak karena merasa kaya dan mampu membiayai anak-anaknya kelak. Namun persoalannya tidak akan berhenti pada kemampuan domestik rumahtangga saja.

Pada akhirnya pemerintah juga yang akan terbebani. Lahan tempat tinggal, fasilitas sosial serta ketersediaan pangan negara semakin terbatas. Berkejaran pasti dengan jumlah manusia yang nantinya niscaya membludak. Ledakan jumlah penduduk adalah persoalan masa depan yang harus dicermati sekarang. Program keluarga berencana harus dimulai sedari dini. Tiap pribadi muda harus punya kesadaran bahwa perkawinan, jumlah anak dan ledakan jumlah penduduk di masa depan adalah persoalan masa kini yang paling pasti.

 

Bayu Sahaja

Share ke teman anda

 

 

 

 

 

 

 

Komentar terbaru

  • WAW!!! ....... Terimakasih kunjungannya Om Agolo!...
    By Bayu Sahaja
  • "Namun kesadaran masing-masing individu untuk sela...
    By agolo
  • Siap Ketua. Kalau sudah pakai ilustrasi lagu begi...
    By Bayu Sahaja