Banyak orang mengibaratkan perjalanan kehidupan layaknya roda. Ada kalanya diatas ada saatnya dibawah. Pemahaman dan cara pandang seperti itu menjadikan manusia punya daya tahan tinggi menghadapi tekanan hidup. Menjadikan kita tidak pongah saat menjalani masa indah kejayaan serta kesempatan menikmati kekayaan. Ketika tiba saatnya harus berada dibawah, kita tetap bisa menghadapi dan menerima kenyataan.
Kebanyakan orang punya kemampuan menghadapi kenyataan. Namun tidak semua orang berkemampuan menerima kenyataan. Ketidakmampuan menerima kenyataan kerap berakibat fatal. Konon banyak yang jadi gila lantaran tidak sanggup menerima kenyataan.
Banyak yang mengatakan bahwa “My Journey”, tidak memberi semangat. Bentuk sulur tempat jalannya kepik justru mengarah kebawah. Nyata terlihat bahwa arah kepiknya berjalan turun menuju arah yang tiada. Sejatinya kehidupan manusia seperti itulah adanya. Lingkaran dibelakang kepik adalah proses pencarian makna hidup. Kemudian secara pasti dan tidak bisa dipungkiri, usia mengalahkan semuanya. Kejayaan, kekayaan dan kekuatan akan redup seiring habisnya waktu kontrak didunia. Hingga akhirnya padam dan dikebumikan.
Sudah pasti semua menuju kesana. Marilah kita mencari arti sambil menuju mati…
Bayu Sahaja






Comments
Sangat salut dengan karya Maestro ini dan sangat bangga atas kejuaraan yang telah diraihnya.
Salam SALUT selalu Master,
RSS feed for comments to this post